SIGLICYBER - Login dan password kini menjadi target utama dari penyebaran malware melalui email. Seperti apa?
Pihak Kaspersky Lab di keterangan resminya menyatakan bahwa dalam empat tahun berturut-turut program yang dirancang untuk mencuri login, password dan data rahasia lainnya milik pengguna tetap berada di atas dalam daftar malware yang paling luas didistribusikan melalui email, menurut pihak Kaspersky Lab.
Berikut ini ringkasan dari para pakar keamanan Internet mengenai aktivitas spammer pada tahun 2014:
- Proporsi spam dalam lalu lintas email adalah 66,8% pada tahun 2014, dimana angka 2,8% ini lebih rendah dari tahun sebelumnya.
- Penurunan tingkat email spam dapat dijelaskan dengan adanya fakta bahwa iklan barang dan jasa yang sah telah bermigrasi ke platform yang sah dan lebih efektif.
- Proporsi terbesar dari email berbahaya (9,8%) menargetkan pengguna di Amerika Serikat. Inggris berada di tempat kedua (9,6%) diikuti oleh Jerman (9,2%).
- Sumber terbesar spam adalah Amerika Serikat (16,7%).
- 42,6% dari serangan phishing menargetkan portal global yang mengintegrasikan banyak layanan dan diakses melalui satu account.
- Pengguna di Rusia menghadapi proporsi tertinggi dari semua serangan phishing sebesar 17.28% dari total serangan di seluruh dunia
- Negara dengan proporsi tertinggi pengguna yang menjadi target phisher, sementara ini, adalah Brazil, di mana 27,5% dari semua pengguna Kaspersky Lab di negara itu menghadapi serangan. Australia berada di urutan kedua dengan 23,8%, India dan Perancis berada di belakangnya dengan besaran masing-masing 23%.
- Tiga organisasi teratas yang identitas brand nya paling sering digunakan dalam serangan phishing adalah Yahoo! sebesar 23,3%, Facebook sebesar 10% dan Google sebesar 8,7% dari total serangan.
Spam di Perangkat Mobile
Email spam yang meniru email yang dikirimkan dari perangkat mobile menjadi sangat populer. Kami menemukan email seperti ini dalam beberapa bahasa.
Seperti di iPad, iPhone, Samsung Galaxy dan model lainnya. Pesan ini memiliki satu kesamaan-sangat pendek (atau tidak ada) teks dan signature 'Sent from my iPhone'. Biasanya, mereka berisi link ke lampiran berbahaya.
Umumnya email spam massal meniru pemberitahuan dari aplikasi mobile yang berbeda seperti WhatsApp dan Viber. Pengguna yang akrab dengan sinkronisasi aplikasi cross-platform dan sinkronisasi data kontak antara aplikasi serta pemberitahuan yang berbeda-beda dari aplikasi ini.
Akibatnya banyak pemilik perangkat mobile tidak berpikir dua kali tentang email yang mengatakan mengenai sesuatu telah tiba pada mobile messenger mereka.
Tapi ini adalah kesalahan: aplikasi mobile ini tidak terhubung ke akun email pengguna, yang membuktikan bahwa email tersebut jelas-jelas palsu.
"Pemberitahuan bank palsu merupakan salah satu jenis yang paling umum dari spam berbahaya atau serangan phishing. Baru-baru ini, kami melihat perubahan nyata dalam struktur beberapa email phishing," kata Maria Vergelis, Analis Spam di Kaspersky Lab.
"Pada tahun 2014, spammer mulai menyulitkan desain pesan palsu dengan menambahkan lebih banyak link ke sumber dan jasa resmi dari organisasi yang mana mereka gunakan untuk mengirimkan pemberitahuan palsu tersebut," imbuhnya.
Jelas, para penyerang berharap bahwa email dengan beberapa link yang sah akan diakui sebagai email sah baik oleh pengguna dan filter spam.
"Sementara itu, email yang berisi link penipuan tunggal akan mengalihkan pengguna ke situs phishing atau mengunduh arsip berbahaya", pungkas Vergelis.
Sumber : inilah.com

